PEMERIKSAAN RETIKULOSIT BERBAGAI METODE

Hai Guys Kali ini saya akan membahas tentang Kesehatan. Pada pembahasan kali ini saya akan memberitahu kepada kalian semua terutama Kepada Seorang Analis. Yaitu Pemeriksaan Retikulosit. Langsung saja kita mulai pembahasannya OK CHECK IT OUT...
 

Hasil gambar untuk retikulosit

PEMERIKSAAN RETIKULOSIT

Metode                       : Cara Kering
Tujuan                       : Untuk menetapkan jumlah retikulosit dalam darah pasien
Prinsip                       :
 Sejumlah EDTA dicampur dengan pewarna supravital dengan jumlah yang sama banyak 1:1 dan diinkubasi kemudian dibuat sediaan, maka sel retikulosit dapat diidentifikasi

Cara Kerja     :
A.   Dimasukkan campuran 100µ reagen NMB atau BCB dengan 100µ darah EDTA kedalam tabung
B.   Diinkubasi 37° selama 15-30 menit lalu buat SAD
C.   Dibiarkan kering di suhu ruang dan dihitung retikulosit di mikroskop dalam 1000 Eritrosit. Dengan perbesaran 100X
Perhitungan % = (jumlah retikulosit : Jumlah eritrosit )X 100%
Retikulosit per µL darah = kadar % x Jumlah eritrosit per µL darah

Nilai Normal        : 0,5-1,5 % (25.000 - 75.000µL darah)

Pembahasan      :
Retikulosit adalah eritrosit muda yang sitoplasmanya masih mengandung sejumlah besar sisa – sisa  ribosome dan RNA yang berasal dari sisa inti dari bentuk penuh pendahulunya. Ribosome mempunyai kemampuan untuk bereaksi dengan pewarna tertentu seperti brilliant cresly blue atau new methylene blue untuk membentuk endapan granula atau filament yang berwarna biru.Reaksi ini hanya terjadi pada pewarnaan terhadap sel yang masih hidup dan tidak difiksasi. Oleh karena itu disebut pewarnaan  supravital. Retikulosit paling muda (immature) adalah yang mengandung ribosome terbanyak, sebaliknya retikulosit tertua hanya mempunyai beberapa titik ribosome.

a.    Sediaan diberi larutan pewarna Wright yang sudah diberi aquades atau air dengan perbaningan 4:1 menggunakan pipet tetes dan didiamkan selama 15 menit.
b.    Kemudian di bilas dengan air mengalir.
c.    Sediaan dikeringkan, dengan cara dimiringkan dan diletakkan pada rak slide.

   Mengamati SAD:
a.    Sediaan yang sudah kering diamati menggunakan mikroskop pada lensa obyektif 40 X untuk mengamati dan mencari lapang pandang yang baik, bagian yang diamati adalah bagian yang tipis dimana sel –sel darah tidak saling bertumpukkan.
b.    Setelah lapang pandang ditemukan sediaan diberi 1 tetes minyak imersi dan dipindahkan ke lensa 100 X
c.    Seluruh lapang pandang diperhatikan untuk mengientifikasi setiap jenis sel darah yang mencakup eritrosit, jenis – jenis leukosit, eritrosit, trombosit.
d.    Identifikasi sel – sel darah tersebut dilakukan dengan menyisir daerah yang tipis dengan gerakan zig – zag. Pengamatan sel sel  leukosit dilakukan sampai 100 sel sehingga dapat dinyatakan dengan % 



Metode         : Cara Basah

Cara Kerja   :

  1. Taruhlah satu tetes larutan BCB dalam metilalkohol (metanol) di tengah-tengah kaca obyek dan biarkan sampai kering atau taruhlah satu tetes larutan zat warna BCB di atas kaca obyek.
  2. Taruhlah setetes kecil darah di atas bercak kering atau ke atas tetes zat warna dan segeralah campur darah dan zat warna itu dengan memakai sudut kaca obyek lain.
  3. Tutuplah tetes darah itu dengan kaca penutup, lapisan darah dalam sediaan basah ini harus tipis benar.
  4. Biarkan beberapa menit atau masukkanlah ke dalam cawan petri yang berisi kertas saring basah jika sekiranya pemeriksaan selanjutnya terpaksa ditunda.
  5. Periksalah memakai lensa minyak imersi dan tentukan berapa banyak retikulosit didapat antara 1000 eritrosit.
 OK Guys Sekian Pembahasan Kali ini Semoga bermanfaat dan Terima Kasih Telah Membaca

1 komentar: